Saat awal dibentuk,
PSPK boleh dibilang tim muda yang dimiliki Kota Pasuruan. Dibentuk sejak 2013
lalu. Jauh lebih muda dibanding Persekap yang juga tim asal Kota Pasuruan.
Keberadaan PSPK
sebenarnya cukup penting. Meski yang lebih menonjol selama ini tetap saudara
tuanya, Persekap. Namun, jangan salah. PSPK selama ini menjadi wadah bagi para
pemain yang mulai memasuki masa transisi.
Pendiri PSPK Suhaimi
menguraikan, Laskar Darmoyudo itu dibentuk ketika Persekap masih berjaya. Lebih
tepatnya saat tim berjuluk Laskar Suropati itu masih bertengger di Liga 2.
“Nah, waktu Persekap masih di Liga 2 dulu, kami butuh wadah untuk pembinaan,”
kata Suhaimi.
Singkat cerita,
dibentuklah PSPK. Sedari awal, Suhaimi yang menjadi owner klub
tersebut. Dalam kompetisi, Persekap memang menjadi andalan. Tetapi, tidak
sedikit pemain yang memperkuat Persekap, justru dipoles lebih dulu di PSPK.
“Memang itu tujuan dibentuknya PSPK,” kata Suhaimi.
Dalam menyiapkan
pemain sepak bola, kata Suhaimi, tidak bisa ujug-ujug. Mereka yang
andal di lapangan, tentu harus disiapkan secara matang. Di sinilah peran PSPK
berjalan.
Selama ini, PSPK boleh
dibilang menjadi klub transisi. Para pemain muda yang potensial, diajak
bergabung. Mereka dilatih agar skill-nya mantap.
“Jadi, pemain-pemain
junior itu kami ajak gabung di PSPK dulu sebelum mereka benar-benar siap masuk
Persekap,” ungkap dia.
Suhaimi juga
mengatakan, bahwa pembinaan pemain di PSPK selama ini selalu mengutamakan putra
daerah. Dia ingin ke depan, banyak pemain andal yang berasal dari Kota
Pasuruan. “Seperti Agies itu sebelum di Persekap kan lebih
dulu masuk PSPK. Kemudian 2019 gabung dengan Persekap di Liga 3,” kata Suhaimi.
Musim ini, manajemen
PSPK sudah diambil alih HSP Grup yang dipimpin lawyer Suryono
Pane. Seleksi pemain yang mulai berjalan, diikuti beberapa eks pemain
Persekabpas. Suhaimi mengaku senang jika PSPK bisa diperkuat para pemain yang
sudah memiliki jam terbang.
Lantas bagaimana
tanggapannya dengan anggapan PSPK yang kini cenderung bernapaskan Persekabpas?
“Yang terpenting bagi kami, selagi untuk Pasuruan ya oke
saja,” ungkap pria yang juga Ketua Askot PSSI Pasuruan tersebut.
Dalam kesepakatannya
dengan Suryono Pane, pengelolaan PSPK itu memang hanya berlaku selama satu
musim saja. Jika PSPK naik ke Liga 2, pengelolaannya dikembalikan kepada owner Suhaimi.
Kendati demikian, sejauh ini Suhaimi menaruh kepercayaan kepada Suryono Pane
bisa membawa PSPK sukses di Liga 3.
“Saya pribadi percaya
dengan Pak Pane. Kalau memang PSPK naik ke Liga 2, Insyaallah saya
beri kesempatan sekali lagi. Tetapi nanti dalam perpanjiannya juga diatur,
tidak boleh turun (kasta),” ujarnya. (tom/mie)
Editor :Jawanto Arifin










Tidak ada komentar:
Posting Komentar