Mojokerto menjadi salah
satu kota yang memiliki sejarah panjang perjalanan olahraga sepak bola. Di Kota
Onde-Onde telah ada beberapa klub yang berdiri sejak zaman penjajahan
Belanda. Selain itu, juga dibentuk sebuah federasi yang menakhodai
bergulirnya kompetisi antarklub daerah. Adalah Modjokertosche Voetbal Unie
(MOVU) yang menjadi embrio lahirnya Persatuan Sepak Bola Mojokerto (Persem).
SEJARAWAN Mojokerto
Ayuhanafiq menceritakan, tidak banyak sumber yang mencatat tentang riwayat
lahirnya Persem. Perjalanan sejarah berdirinya klub resmi sepak bola di
Mojokerto dimulai sejak hampir satu abad silam. Adalah Mojokerto Voetbal Club
(MVC) yang menjadi klub sepak bola pertama di Mojokerto. ’’MVC berdiri tahun
1920,’’ ungkapnya.
Setelah itu, roda
perjalanan sepak bola terus bergulir. Beberapa kesebelasan juga mulai
didirikan. Dia membeberkan, pada Desember 1936 diadakan pertemuan antarklub
sepak bola di Mojokerto. Rapat itu dihadiri oleh empat klub. Antara lain, MVC,
Modjopahit Voetbalbond, HCTNH, dan Veld Politie Voetbal Club. ’’Pertemuan itu
membahas perlu dibentuknya wadah bersama antarklub sepak bola Mojokerto,’’
ujarnya.
Pria yang akrab disapa
Yuhan ini, mengatakan, pertemuan itu dipimpin oleh F. Schwab yang saat itu
memiliki gagasan pembentukan organisasi baru. Didirikannya organisasi itu
bertujuan menggantikan Modjokertosche Voebalbond (MVB) yang menjadi federasi
sepak bola pertama di Mojokerto.
Saat itu, rapat dimaksudkan
untuk mengakomodir klub sepak bola pribumi, yaitu Modjopait Voetbalclub. Sebab
sebelumnya, dalam organisasi MVB hanya diisi oleh anggota klub MVC dan HCTNH.
Yang notabene merupakan klub Belanda dan keturunan Tionghoa saja.
Setidaknya, organisasi
tersebut telah ada mulai tahun 1930 yang dipimpin oleh NGJ. Wildeboer dan Ong
Khing Liem. Pada pada akhir Januari 1931, MVB sempat menggelar rapat
tahunannya. F. Schwab yang berposisi sebagai sekretaris MVB ingin adanya
perluasan keanggotaan pada semua klub yang ada.
Ide itu kemudian diutarakan
F. Schwab pada 1934 dan menjadi wacana pegiat sepak bola Mojokerto. Langkah
selanjutnya, F. Schwab mengirimkan proposal pendirian federasi sepak bola
Mojokerto kepada masing-masing klub yang ada. Proposal tertanggal 11 November
1936 itu sebagai acuan atas gagasan pembentukan federasi yang diinginkan.
Setelah proposal
dipelajari, mayoritas setuju dengan ide tersebut. ’’Keputusan pendirian
federasi baru itu diberi nama MOVU (Modjokertosche Voetbal Unie),’’ ujarnya.
Sehingga MOVU resmi menjadi
organisasi yang mewadahi klub sepak bola Mojokerto. Federasi itu yang kemudian
memfasilitasi bergulirnya kompetisi antarklub.
Kemudian dibentuklah
kepengurusan MOVU yang terdiri dari lima orang. Dia menyebutkan, sesuai hasil
pemilihan, ditetapkan F. Schwab sebagai ketua federasi.Sementara anggotanya
adalah H. Scipio perwakilan dari MVC , Johan dari Vitesse , Roeslanadi dari
Modjopahit, dan Tan Liep To mewakili HCTNH. ’’Tapi susunan kepengurusan tidak
berlangsung lama, karena Ketua MOVU (F. Schwab, Red) meninggal dunia,’’
tandasnya.
(mj/ram/ris/JPR)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar