Kamis, 10 November 2011

Sekelumit Cerita dan Harapan dari Sepakbola, Blog sampai Negeri Kincir Angin

Peduli Sepakbola Nasional. Itulah judul blog aku yang sudah kutulis sejak 2008 lalu sampai sekarang. Awal mulanya aku mengenal blog ketika memliat buku Blogger untuk Pemula di Bazar Buku Semarang. Disitu saya membaca sekilas dan akhirnya membelinya. Sampai di kos aku membaca lebih detail dan mempraktekkannya di warnet. Alhasil akupun sudah punya blog saat itu yang alamatnya http://umamkhairul.blogspot.com. Pertama kali aku mengisi artikelnya tentang profil pemain sepakbola Indonesia diantaranya pemain-pemain seperti Budi Sudarsono, Ismed Sofyan, Bambang Pamungkas sampai Radja Nainggolan. Sampai sekarang pun dari ribuan artikel yang sudah aku tulis kebanyakan memang berisi profil pemain. Mulai dari pemain Indonesia, pemain asing yang bermain di Liga Indonesia hingga pemain sepakbola keturunan Indonesia di berbagai penjuru dunia.

Dan untuk pemain keturunan Indonesia inilah yang lebih banyak aku posting ke dalam artikel. Bahwa sebenarnya ada banyak pemain sepakbola keturunan Indonesia di negara-negara seperti Belanda, Suriname, Kaledonia Baru dan Aruba yang memiliki kedekatan emosional dengan Indonesia di masa lalu. Khusus Belanda, diperkirakan ada sekitar 500.000 penduduk Belanda yang masih mempunyai darah keturunan Indonesia, khususnya Maluku. Dan disana dikenal dengan sebutan Indisch Nederlander yang sekarang sudah mencapai generasi ketiga sejak pertama kali orang Indonesia dating ke Belanda. Dari 500.000 keturunan Indo itu, saya perkirakan ada sekitar 1.000 orang yang berprofesi sebagai pemain sepakbola amatir, professional, wanita sampai futsal. Dan diblog saya ini memang jumlahnya belum mencapai 1.000 karena keterbatasan informasi.

Adapun profil pemain keturunan Indonesia ini memang saya rencanakan menjadi sesuatu yang menjadi daya tarik blog ini. Saya ingin menjadi pusat informasi pemain keturunan Indonesia di dunia maya. Dimana data-data yang ada merupakan hasil searching dan browsing di internet mulai dari situs Wikipedia, situs Klub-Klub Liga Belanda, blog orang lain sampai wawancara via facebook. Yang unik di facebook saya sampai sekarang masih bisa berkomunikasi dengan Amadeus Suropati, pemain keturunan yang bermain di Liga Australia.

Saya mempunyai harapan yang besar dengan sepakbola Indonesia, pertama tren naturalisasi. Di Indonesia wacana naturalisasi sempat muncul tahun 2006 ketika Timnas U-23 menjalani Pelatnas di Heerenveen, Belanda dan bertemu Irfan Bachdim. Sayang baru terlaksana akhir tahun 2010 dengan Cristian Gonzales yang menjadi pemain naturalisasi pertama sepanjang sejarah Timnas Sepakbola Indonesia. Padahal Gonzales sama sekali tidak memiliki darah Indonesia, tetapi berkat jasa dan kontribusi nya di sepakbola nasional dan telah memperistri orang pribumi Gonzales pun jadi WNI berkat persetujuan Presiden. Menurut saya lebih baik memprioritaskan naturalisasi untuk pemain yang mempunyai keturunan Indonesia seperti Ferd Pasaribu (Medan Chiefs/ Belanda) dan Jordy de Kat (Tangerang Wolves/ Belanda) atau bakat-bakat lain yang mempunyai skill dan olah bola di atas rata-rata. Jangan sampai PSSI terlambat dan kecolongan pemain keturunan yang hebat seperti Giovanni van Bronkhorst (Belanda) dan Radja Nainggolan (Belgia). Dan semoga saja proses naturalisasi 6 pemain yang sedang diselesaikan oleh Badan Tim Nasional cepat selesai dan mereka bisa membela Timnas di ajang Pra Piala Dunia 2014.

Ngomong-ngomong soal Belanda saya juga ingin sedikit mengutarakan harapan saya. Kalau Devia ingin melihat Negeri Sakura saya tidak kalah juga ingin melihat Negeri Kincir Angin. Melanjutkan S2 ke Belanda, kenapa tidak? Kalau dapat beasiswa gratis, saya akan dengan mantap mengambilnya dengan berbagai pertimbangan tentunya. Pertama, negeri Belanda mempunyai ilmu di bidang Perencanaan yang mumpuni. Salah satu buktinya bebas banjir meskipun negara ini berada di bawah permukaan laut. Adakah hubungannya dengan Geografi? Tentu ada. Menjelang pembuatan skripsi saya mengambil tema tentang Perencanaan, saya juga ingin mendalami Perencanaan sebagai bekal saya lulus S1. Mungkin saja setelah saya lulus dari kuliah di Belanda, saya dapat mengatasi permasalahan banjir di kota-kota Indonesia. Sambil bertemu Om Djenol Tanjung (reporter Radio Belanda) dan pemain keturunan Indonesia lainnya di Belanda? Atau bahkan membawa mereka pulang ke Tanah Leluhur? Woww.. Betapa membayangkannya pasti menyenangkan. Semoga saja. Amin. Terima Kasih untuk semua yang menginspirasi saya selama ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar