Jumat, 22 Oktober 2010

Home ground player di ISL? Kenapa tidak?

Di EPL musim ini (2010/11), FA menerapkan aturan baru tentang home ground player. Yang dimaksud home ground player kurang lebih seperti ini :
1. Setiap tim hanya boleh diperkuat 25 pemain. Dari jumlah itu, delapan di antaranya harus home ground player.
- Home ground player adalah siapapun yang telah terdaftar di klub Inggris selama tiga tahun dalam masa usia 16 sampai 21 tahun.
2. Jika tak mampu memenuhi kuota delapan home ground player, tim tersebut harus mengurangi skuadnya.
3. Perubahan skuad tidak bisa dilakukan sampai masa transfer berikutnya.


Ini dilakukan karena semakin minimnya pemain lokal Inggris yang mampu bersaing di EPL. Ini dikarenakan tidak ada batasan pemain asing di Inggris. Lantas bagaimana kalau aturan home ground player dari EPL diterapkan di ISL? Adakah klub yang memenuhi jumlah maksimum 25 orang untuk didaftarkan. Mari kita bahas disini.


1. Pelita Jaya
Musim ini Pelita tidak tanggung-tanggung, 8 pemain dari tim U-21 dipromosikan ke tim senior.
Tapi, apakah kedelapan pemain itu masuk kategori home ground player? Ini daftar yang sudah masuk kategori tersebut :
- Egi Melgiansyah (20 th, bergabung sejak musim 2007)
- Jajang Mulyana (21 th, bergabung sejak musim 2006)


2. Arema Indonesia
Apakah juara bertahan ISL ini punya pemain home ground player?
- Hermawan (22 th, bergabung sejak musim 2005 di Arema)


3. Persipura Jayapura
- Stevie Glory M Bonsapia (22 th, bergabung sejak musim 2006)
- Imanuel Wanggai (22 th, bergabung sejak musim 2006)


4. Sriwijaya FC Palembang
- Gunawan Dwi Cahyo (21 th, bergabung sejak musim 2007 di Persijap)


5. Persib Bandung
- Atep Ahmad Rizal (25 th, bergabung sejak musim 2003 di Persiba Bantul)


6. Persija Jakarta
- Rizky Ramdani Lestaluhu (bergabung sejak musim 2007)


7. Persela Lamongan
- Zulham M Zamrun (22 th, bergabung sejak musim 2006 di Persiter Ternate)


8. Persiba Balikpapan
- Galih Sudaryono (23 th, bergabung sejak musim 2005 di Persiba Bantul)


9. Persijap Jepara
- Rizky Novriansyah (21 th, bergabung sejak musim 2007 di Pelita)


Sedangkan di Divisi Utama terselip nama :
1. Persebaya
- Lucky Wahyu Dwi Permana (20 th, bergabung sejak musim 2007)


2. Persih Tembilahan
- Ricky Ohorella (18 th, bergabung sejak musim 2006 di Persikad)


3. PSSB Bireun
- Kahar Dinata (21 th, bergabung sejak musim 2007 di Semen Padang)


4. Pro Titan
- Michel Leonardo Neere (22 th, bergabung sejak musim 2007 di Pelita Jaya)


5. Persiraja
- Safri Umri (20 th, sejak musim 2007 di Pelita Jaya)
Hanya ada sekitar 11 pemain di ISL dan 9 pemain di Divisi Utama yang dapat dikategorikan home ground player??? Ini karena kita mengacu aturan yang sama di Inggris yakni terdaftar di PT Liga Indonesia sekurang-kurangnya 3 tahun dengan usia 16 sampai 21 tahun. Padahal di Indonesia jarang sekali pemain berusia 16 sampai 21 tahun sudah memperkuat tim senior. Kebanyakan umur 23 tahun baru promosi ke tim senior. Lihat saja di timnas junior kita, mulai Timnas U-16, U-19, U-23 sampai U-23 yang lalu, banyak pemain yang diambil dari Tim ISL U-21, maupun tim Divisi I dan II. Ini menunjukkan regenerasi di klub berjalan lamban. Klub lebih suka membeli pemain lokal yang sudah jadi ataupun pemain asing yang berkualitas.
Akibatnya kalau di Eropa, pemain muda berbakat sekarang trendnya jadi rebutan klub besar. Di Indonesia, pemain muda hanya menjadi penghuni bangku cadangan atau bermain di level bawah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar